Warga Binaan Lapas Kabur, Ini Penjelasan Kalapas Kelas II B Gunungsitoli

34

INC | Gunungsitoli – Dua narapidana Lembaga Pemasyarakatan (LP) kelas II B Gunungsitoli melarikan diri dengan cara memanjat tembok lapas, pada hari Minggu 31 Mei 2020, sekira antara pukul 09.00 : 10.00 Wib pagi.

Kepala lapas kelas II B Gunungsitoli, Soetopo Berutu kepada awak Media, Selasa (02/06/20) membenarkan adanya dua Napi yang kabur, kedua warga binaan tersebut 1 Narapidana dan 1 status tahanan.

Soetopo Berutu mengatakan, kedua narapidana yang kabur itu yakni 1 orang warga binaaan atas nama Trisman Boys Daeli alias Boy/Alser (27) dan satu orang tahanan hakim Pengadilan Negeri atas nama Haris Gulo alias Ama Serlina (31).

Berutu mengungkapkan, pada hari Minggu itu melaksanakan Ibadah didalam lapangan kompleks lapas, setelah usai ibadah, sekira pukul 11.30 Wib kedua narapidana itu diketahui telah kabur saat petugas sipir lapas melakukan pengecekan terhadap narapidana yang beragama Kristen, dicari-cari ketahuan tinggal bekas, sandal dan tali kain sarung/handuk, ungkapnya.

Lebih lanjut Berutu menjelaskan, Trisman Boys Daeli alias mas Boy alias mas Alser (27) merupakan warga binaan atas kasus pembunuhan, dengan hukuman 16 tahun penjara, expirasi 04 Agustus 2036. Sedangkan Haris Gulo alias Ama Serlina (31) tersandung kasus pencurian dan merupakan tahanan hakim Pengadilan Negeri Gunungsitoli.

“Saat ini keduanya dalam pengejaran anggota kita. Lapas Gunungsitoli telah berkoordinasi dengan Kapolres Nias, Dandim 0213 Nias, Dan Posal Kepulauan Nias dan Ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli untuk membantu pencarian dan koordinasi berkenaan dengan tahanan yang kabur itu,” ujar Berutu.

Menurutnya, kedua warga binaan tersebut melarikan diri dengan cara memanjat pagar teralis pembatas blok hunian setinggi 3 meter, kemudian melompat ke branggang dan selanjutnya memanjat pos menara 3, lalu melompat keluar tembok lapas.

“Sejauh ini kita sudah melakukan upaya persuasif dengan menghubungi pihak keluarga masing-masing, supaya segera  menyerahkan diri karena melarikan diri bukanlah solusi, seumur hidup tetap ditetapkan DPO sebagai mantan pelarian dan tetap diproses,” pungkasnya.

Ditempat terpisah dua warga binaan kalapas kelas II B Gunungsitoli kepada awak Media mengatakan pelayanan disini sangat bagus, apalagi semenjak adanya bapak Kalapas Soetopo Berutu sungguh sangat baik, apa lagi dari pelayanan penerimaan tamu, kemandirian batik, bingker dan juga bagian perpustakaan, ” Fasilitas yang kami dapatkan di lapas Gunungsitoli, dimana ada tempat membaca, membatik, dan lainnya,” pelayanan dalam lapas kelas II B Gunungsitoli sesuai dengan standar dan memenuhi Gizi, sehingga kami merasakan baik dari sarapan pagi, siang dan makan malam memuaskan dan terpenuhi standar kebutuhan kami disini, ujarnya keuda warga binaan. (Tim INC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here