Pelaku Pembunuhan Petra Deswindasari Laia, Terancam Hukuman Berlapis

64

Infonias.com | Nias Selatan – Polres Nias Selatan akhirnya berhasil membekuk pelaku pembunuhan Petra Deswindasari Laia (7), Kamis (11/02/21).

Pelaku pembunuhan tersebut diduga tetangga si korban sendiri, berinisial AL (47) alias Ama Dewi.

” Berdasarkan keterangan tersangka tega menghabisi nyawa anak usia 7 tahun tersebut, karena memilik dendam kepada ayah si korban karena keponaan si tersangka kalah pada saat pemilihan Kepala Desa di tahun 2019,” ujar Kapolres Nias Selatan AKBP Arke Firman Ambat S.I.K, saat mengelar Konferensi Pers di Mapolres Nias Selatan, Kamis 11 Februari 2021.

Kapolres Nias Selatan AKBP Arke menjelaskan, bahwa kronologis terungkapnya kasus pembunuhan anak Kepala Desa Hiliorodua tersebut, bermula pada hari Senin 08 Februari 2021 sekira pukul 17.00 Wib, korban terakhir di lihat  berjalan sendiri ke arah rumah pelaku.

” Sekitar pukul 19.00 Wib keluarga serta beberapa masyarakat Desa Hiliorodua mulai mencari korban, karena tidak kembali kerumah, pada hari Selasa 09 Februari 2021 sekira 03.00 Wib pencarian korban di hentikan,” ujar Arke.

Selanjutnya Kapolres Nias Selatan menjelaskan bahwa pada hari Selasa 09 Februari 2021 sekira pukul 06.00 Wib, keluarga beserta masyarakat kembali melakukan pencarian si korban tersebut, namun sekira pukul 07.00 Wib, ada salah seorang warga atas nama Faozinema Laia menemukan sebuah karung goni di galian parit di atas perbukitan Dusun II (Dua) Bawaziono Kecamatan Lahusa Kabupaten Nias Selatan.

” Kemudian warga tersebut membuka karung dan mendapati korban berada di dalam karung goni diduga dalam keadaan tak bernyawa. Setelah itu, pihak keluarga menghubungi pihak Kepolisian terdekat yaitu Polsek Lahusa dan Koramil Lahusa,” jelas Kapolres Nias selatan.

Sementara dari peristiwa kejadian itu, Polisi mengumpulkan alat bukti berupa satu buah batu yang di gunakan untuk menghabisi si korban dan satu buah karung putih yang di gunakan si tersangka untuk membungkus mayat korban, juga satu baju berwarna merah jambu milik korban.

Akibat perbuatannya, Pelaku di jerat Pasal 338 KUHPidana dan atau Pasal 80 Ayat (3) UU RI no 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang No 23 Tahun 2002 UU Perlindungan Anak.

Penulis  : Serlisan Nawati Dakhi
Editor     : Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here