Peduli Kesehatan, Lapas Gunungsitoli Berikan Layanan Kesehatan Kepada Warga Binaan

19

Infonias.com | Gunungsitoli – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Gunungsitoli memberikan layanan kesehatan terbuka, yang diawali senam pagi Poco-poco, senam Maena, dilanjutkan dengan pengarahan dan semangat kepada seluruh warga binaan sebanyak 194 orang, Sabtu (22/05/21).

Senam pagi tersebut dimulai dari pukul 08.00-0.30 Wib yang diikuti oleh warga binaan dan juga seluruh ASN Lapas Gunungsitoli turut menyemarakkan kegiatan senam pagi guna memelihara kesehatan bersama terutama di tengah pandemi Covid-19.

Usai melaksanakan senam pagi Poco poco, Maena dan pengarahan, motivasi dari Kalapas dan para Kasie dilanjutkan dengan kegiatan layanan kesehatan terbuka, yang dilaksanakan di Podium dan halaman dalam Lapas.

Selain itu, setiap warga binaan dipersilahkan memeriksakan kesehatan dan dilayanan oleh tenaga Paramedis, sebagai Ketua Drg. Jenny Manik, Dkk dan dalam pelayanan tersebut tetap memperhatiakan Prokes, pake Masker, cek suhu tubuh, handsanitaser, sebelum di periksa kesehatan dari warga binaan, selain diberikan obat juga diberikan multivitamin.

Kalapas Gunungitoli Soetopo Barutu didampingi Kasi pembinaan Sekaligus penanggung jawab kegiatan Yosua Zebua, SE mengatakan bahwa kegiatan layanan kesehatan Sabtu ini, sengaja diadakan secara terbuka, sejak Pandemi Covit-19 ini, dilaksanakan setiap hari Sabtu diarea terbuka podium seperti saat ini, dihari kerja lain juga kita laksanakan diruangan klinik.

” Pelayanan kesehatan ini sebagai bentuk kepedulian, sebagai bukti kami hadir dekat dengan Saudara-saudara kita warga binaan, bukan hanya itu kami selalu hadir untuk menjadi pendengar dan memberikan solusi bagi warga binaan, hal apa saja yg menyangkut permasalahan baik pribadi maupun persoalan hukum yang dialami mereka,” tuturnya Kalapas Gunungsitoli.

Sementara dalam penjelasannya Kalapas Gunungsitoli, mengatakan bahwa tidak sedikit dari warga binaan mengutarakan permasalahan yang dialami saat ini, bisa hal sepele, kecil misalnya mengadukan teman sekamar yang suka usil kepadanya maupun masalah pribadi keluarga di kampung dan lain.

” Selaku petugas Pemasyarakatan kami harus bisa memberikan solusi, bukan sekedar menjaga keamanan selama menjalani pidana tetapi juga menjadi pendengar yang baik, seperti hari ini kami betindak sebagai Dokter, pelayan kesehatan mereka,” jelasnya Soetopo Barutu.

Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here