Harga Cabai Disebut Tembus 100 Ribu, Mentan : Kemarin Masih Normal

56

Infonias.com | Jakarta – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengaku belum bisa mengkonfirmasi tentang isu harga cabai yang meroket hingga tembus Rp 100 ribu per kilogram. “Saya cek ya, saya cek. Saya belum bisa bilang iya dulu. Kemarin saya cek masih normal,” ujarnya di Hotel Kempinski Grand Indonesia, Kamis, 30 Januari 2020.

Syahrul menyebutkan, Kementerian Pertanian bisa ikut melakukan intervensi untuk meredam kenaikan harga komoditas termasuk cabai. Intervensi dilakukan di antaranya melalui penambahan pasokan di pasar dengan mendatangkan komoditas dari daerah lain.

Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan dalam melakukan intervensi juga melakukan perhitungan soal harga cabai yang dinilai menguntungkan petani maupun konsumen. Hal ini dilakukan sebelum akhirnya digelar operasi pasar. “Jadi kalau masih seperti ini (harga cabai naik), saya cek,” ujarnya.

Sebelumnya dilaporkan harga cabai rawit sejumlah pasar tradisional di berbagai daerah melonjak hingga Rp 80 ribuan per kilogram. Kalangan pedagang yang mengeluhkan kenaikan harga komoditas itu berasal dari Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kota Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu hingga di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta.

Kepala Pasar Induk Kramat Jati Agus Lamun sebelumnya menyebutkan kenaikan harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur dipicu kelangkaan pasokan dari daerah penghasil. “Untuk harga yang cukup tinggi hanya jenis rawit merah saja, itu karena memang harga perolehan dari daerah sudah tinggi dan kelangkaan akan cabe jenis rawit merah itu sendiri,” ujarnya, Kamis pekan lalu.

Pasokan komoditas cabai di Pasar Induk Kramat Jati sebagian besar datang dari beberapa daerah penghasil di Pulau Jawa. Cabai rawit merah di kalangan pedagang Pasar Induk Kramat Jati dijual seharga Rp 85.000 per kilogram atau naik dari harga normal Rp 15.000 sampai Rp 22.000 per kilogram.

Kenaikan harga cabai rawit merah tidak hanya dikeluhkan pedagang, namun juga konsumen. “Omzet jualan turun setengahnya sejak awal pekan ini,” kata Ombot, salah satu pedagang cabai di blok sayur mayur Pasar Kramat Jati.

Adapun konsumen dari kalangan pedagang masakan Padang, Ricky Fachiroz, mengatakan harga cabai rawit merah yang relatif tinggi membuatnya beralih pada jenis cabai merah keriting. “Kebetulan harganya masih wajar. Mungkin cuma sedikit mengurangi rasa pedas di masakan saja,” katanya. (Red)

Sumber : TEMPO.CO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here