๐—•๐˜‚๐—ฝ๐—ฎ๐˜๐—ถ ๐—ก๐—ถ๐—ฎ๐˜€ ๐—•๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐˜ ๐—•๐˜‚๐—ธ๐—ฎ ๐—™๐—š๐—— ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐˜†๐˜‚๐˜€๐˜‚๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ผ๐—ธ๐—ผ๐—ธ ๐—ฃ๐—ถ๐—ธ๐—ถ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป ๐—ž๐—ฒ๐—ฏ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐——๐—ฎ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ต ๐—ž๐—ฎ๐—ฏ๐˜‚๐—ฝ๐—ฎ๐˜๐—ฒ๐—ป ๐—ก๐—ถ๐—ฎ๐˜€ ๐—•๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐˜

15

Infonias.comย | Nias Barat – Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu bersama Sekda Prof. Dr. Fakhili Gulo membuka secara resmi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan pokok pikiran kebudayaan Daerah Nias Barat yang dilaksanakan di Tokosa Hall, Onolimbu, Kecamatan Lahomi, Senin (13/9/2021).

” Kebudayaan dan masyarakat merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, manusia tidak dapat hidup tanpa budaya dan budaya ada karena manusia,” ungkap Khenoki Waruwu melalui arahannya.

Menurutnya, budaya berperan sebagai pembimbing kehidupan, penghidupan manusia dan petunjuk berprilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Pada era globalisasi ini, Kata Khenoki, budaya diharapkan dapat secara optimal membangun karakter warga, sehingga tindakan masyarakat yang berakibat pada menurunnya sopan santun, menurunnya kejujuran, menurunnya rasa kebersamaan bisa teratasi.

Ia juga berharap, melalui forum diskusi ini dapat terumuskan pokok pikiran kebudayaan Nias Barat sebagai pedoman moral terlebih generasi milenial yang rawan kehilangan jati diri pada era digital.

Hadir Staf Ahli, Asisten, Pimpinan OPD, Yeni Lasmawati Dirjen Kemendikbud Ristek, Serius Zebua Dosen Universitas Budidarma Konsentrasi dan Budaya Dasar, Ketua Lembaga Budaya Nias Barat (LBNB) Drs. Sayambowo Hia, Bendahara Umum IKKBL, Camat se-Kabupaten Nias Barat, Unsur Forkopimca di wilayah Nias Barat, Tokoh Budaya, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan Pemerhati Budaya se- Kab. Nias Barat serta undangan lainnya.

Penulis : Hiburan Daeli
Editorย  ย  : Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here